https://www.niagahoster.co.id/ref/52000

Hosting Unlimited Indonesia

Sunday, September 28, 2014

Mengenali Gejala Penurunan Hormon pada Kaum Pria

Ilustrasi pasangan wanita dan pria.
Ilustrasi pasangan wanita dan pria. (sumber: Istimewa)


Jakarta - Selama ini, masyarakat umum lebih mengenal istilah menopause bagi wanita yang sudah lanjut usia. Namun ternyata anggapan bahwa menopause hanya dimiliki oleh wanita saja itu salah besar. Sebab, seorang pria pun bisa terkena risiko menopause yang disebut dengan andropause yang disebabkan terjadinya penurunan hormon testosteron.


Pakar endokrinologi pada The Endocrine Clinic Mount Elizabeth Novena Hospital Dr Alvin Ng mengungkapkan, andropause yang terjadi pada kaum adam berbeda dengan menopause yang dialami pada wanita.

Pada laki-laki yang mengalami gejala andropause, kata Dr Alvin Ng, fungsi seksual maupun fertilitas tidak berhenti sama sekali, namun terjadi penurunan secara bertahap. Biasanya hal tersebut mulai terjadi pada usia 35-40 tahun.

"Jika tidak diobati, ketidakseimbangan ini dapat membuat pria merasa seperti kalah dalam 'pertempuran'. Ia harus berjuang untuk mengatasinya di antara hari-hari penuh tuntutan pekerjaan, keluarga dan kehidupan sosialnya," ungkap Dr Alvin, di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Dr Alvin Ng, setidaknya ada beberapa gejala andropause, di antaranya kekurangan energi dan cepat merasa lelah, libido rendah, disfungsi ereksi, banyak berkeringat setiap malam, mood mudah berubah dan sensitif, depresi, bertambahnya berat badan walaupun nafsu makan berkurang, rambut banyak yang rontok, melemahnya daya ingat, dan denyut jantung tidak teratur.

Selain itu, pria yang mengalami gejala andropause juga sering susah tidur atau insomnia dan mengalami ginekomastia atau pembesaran puting payudara seiring bertambahnya usia.

Dr Alvin menegaskan, apabila seorang pria mengalami satu atau lebih gejala-gejala tersebut, mungkin saja ia sedang mengalami ketidakseimbangan endokrin. Endokrinologis dapat melakukan pengetesan dan sejumlah diagnosa juga latihan untuk memperbaiki ketidakseimbangan tersebut.

"Masalah hormonal membuat pria merasa seperti kinerjanya buruk dan kehilangan semangat di banyak aspek kehidupannya, mereka mulai mengalami gejala-gejala tersebut. Banyak dari pria mengabaikan ini sebagai efek dari penuaan, yang membuatnya untuk tidak mencari pengobatan," ujar Dr Alvin.


Penulis: IIN/FER
Sumber: Investor Daily

No comments:

Post a Comment