https://www.niagahoster.co.id/ref/52000

Hosting Unlimited Indonesia

Sunday, September 28, 2014

Tuntutan Pekerjaan, Pengaruh Kontrol Pekerjaan, Kualitas Tidur yang Dapat Mempengaruhi Kelelahan Pekerja.

TELAAH JURNAL1. Identitas Jurnal
a. Nama Jurnal : Sleep and Work b. Pengarang : A. H. de Lange dkk.
c. Judul Jurnal : A had day’s Nigt : a longitudinal study on the relationship among job demandsand control, sleep quality and fatigue.
d. doi : 10.1111/j.1365-2869.2009.00735.xe. Volume : -f. Halaman Jurnal : 374 - 383

Subjek penyelidikan dalam penelitian ini diambil dari 1789 karyawan dari 34 perusahaan di seluruh belanda dengan studi kohort mulai dari tahun 1994 sampat tahun 1997. Setiap responden menerima kuesioner yang mengumpulkan informasi mengenai kondisi kerja umum, perubahan tempat kerja, karakteristik pekerjaan psikososial, fisik beban kerja, status kesehatan dan faktor latar belakang.

b. Sample
Untuk dimasukkan, perusahaan diminta untuk tidak terlibat dalam reorganisasi besar selama 3 tahun pemerikelsaan dan memiliki tingkat turnover ratanya tahunan tenaga kerja mereka kurang dari 15%. Lebih lanjut, hanya responden yang telah bekerja selama minimal 1 tahun dalam pekerjaan mereka saat ini setidaknya selama 20jam per minggu dipilih. Kedua kerah biru dan kerah putih pekerjaan dimasukkan. Karyawan dengan kontrak sementara dan karyawan menerima manfaat cacat (sebagian) dikeluarkan (47 dari 1789 responden).
Tuntutan pekerjaan diukur menggunakan versi lima item versi belanda dari karaseek, untuk pengontrol pekerjaan juga dengan teori Karasek s (1985) Konseptualisasi, kontrol pekerjaan diukur dengan menggunakan delapan item yang mencerminkan kebijaksanaan keterampilan dan otoritas keputusan. Kualitas tidur yang akan diukur 1 sampai 4 kali dengan tiga poin skala tidur berdasarkan Appels dan Schouten (1991). poin yang diukur apakah responden mengalami kesulitan jatuh tidur, kesulitan tetap tidur dan bangun pagi-pagi
Kelelahan diukur 1 sampai 4 kali dengan tiga poin didalam kuisioner tersebut.Item diukur apakah responden sering mengalami perasaan lelah, apakah mereka mengalami kelelahan berlebihan dan apakah mereka (secara umum) bangkit dengan rasa lelah dan tidak beristirahat. Tingkat pendidikan juga diukur dalam kovariat penelitian ini karena kemungkinan sangat mempengaruhi variabel lain.

c. Analisis
Analisis korelasional dilakukan untuk mendapatkan wawasan dasar ke dalam data. Model persamaan struktur digunakan untuk menguji hipotesis 1 dan 2 dan menguji dan membandingkan beberapa item untuk hubungan antara tuntutan pekerjaan, kontrol pekerjaan dan kualitas tidur dan kelelahan. Kita melakukan analisis komparatif di mana beberapa model bersaing dinilai untuk menentukan model mana yang paling efektif (Kelloway, 1998). Model semua tes didasarkan pada matriks kovarians dan maksimum kemungkinan estimasi. Model fit dinilai menggunakan chi-squared tes, indeks kebaikan (GFI), yang nonnormed cocok indeks (NNFI) dan kesalahan akar-kwadrat kira-kira (RMSEA). Tingkat 0,90 atau lebih baik untuk GFI dan NNFI dan tingkat 0,05 atau lebih rendah untuk RMSEA menunjukkan bahwa model cocok dengan data diterima (Byrne, 2002). Pertama kita diuji model pengukuran untuk setiap variabel sebelum pas model struktural. Analisis ini menunjukkan bahwa faktor struktur dari variabel penelitian yang konsisten sepanjang penelitian.
Akhirnya, semua hasil yang disajikan di bawah didasarkan pada standar hasil dari matriks kovarians variabel.Bersaing model struktural Untuk menguji hubungan kausal antara kerja dua karakteristik, kualitas tidur dan kelelahan (hipotesis 1 dan 2).

2. Hasil dan Pembahasan

a. Hasil
Menunjukkan hubungan hanya antara tuntutan pekerjaan, kontrol pekerjaan dan tidur dan kelelahan di jeda waktu 1 tahun). Tinggi pekerjaan tuntutan dan kontrol pdekerjaan yang rendah berhubungan dengan peningkatan tidur yang berhubungan dengan masalah sepanjang waktu. teori kontrol, teori pemulihan dan teori beban kerja mengatakan bahwa pengulangan kombinasi negatif dari kerja yang tuntutan tinggi dan pekerjaan pemulihan kontrol rendah akan memberikan dampak kesejahteraan negatif.
Dengan cara membandingkan karyawan dengan tekanan yang tinggi dengan tekanan yang rendah atau pekerja pasif. Dapat disimpulkan Pekerja yang terkena tekanan tinggi disebuah lingkungan kerja memang didapatkan hasil kualitas tidur yang terburuk. Keluhan tidur mereka juga meningkat sepanjang waktu. Karyawan dalam lingkungan kerja pasif atau rendah tekanan dilaporkan lebih rendah skornya artinya dengan rendah tekanan karyawan mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik dibanding dari pekerja yang mempunya tekanan yang tinggi, dan tidak menunjukkan signifikan peningkatan indikator yang signifikan pemulihan mereka sepanjang waktu
Tidur sangat penting untuk keseimbangan fisiologis dan jangka panjang kesehatan dan mental. Khususnya, dalam penelitian ini menunjukkan bahwa para pekerja dalam pekerjaan aktif stabil juga mengalami kelelahan tingkat tinggi dan kualitas tidur yang berkurang. Mereka tampaknya mengalami masalah serupa dengan dalam memulihkan tidur diri mereka ketika selesai dari bekerja.
Hasil menunjukkan bahwa kerja dengan kontrol tinggi tidak selalu mengurangi kelelahan, justru yang mempengaruhi akibat dari dampak tuntutan yang tinggi dalam bekerja . Bisa jadi tuntutan pekerjaan yang tinggi membuat jam kerja menjadi lebih lama, yang pada akhirnya mengurangi waktu untuk pemulihan dan tidur. Hal itu disebabkan pekerjaan yang mempunyai tuntutan yang tinggi menyebabkan keasyikan kognitif dengan pekerjaan akhirnya menjadi manifestasi stress dalam mental pekerja tersebut sehingga menjadi stressor di awal jika tuntutan tersebut tidak dikerjakan dan akan berlanjut menjadi pemicu stressor selanjutnya yang akan terbentuk sebagai antisipasi stress seperti takut akan kehilangan pekerjaan.
Secara psikologis, baik manifestasi dan antisipasi stres tampaknya menjadi faktor kunci dalam insomnia. Bila diasumsikan hubungan sebab akibat antara tuntutan pekerjaan dan pekerjaan kontrol (A), di satu sisi, dan kualitas tidur dan kelelahan (B) di sisi lain, perubahan dalam A harus menghasilkan berubah di B (Taris dan Kompier, 2003). Penelitian ini mengungkapkan bahwa transisi dari tekanan yang rendah terhadap pekerjaan yang memiliki tekanan tinggi berkaitan dengan peningkatan di seluruh waktu tidur menjadi masalah, tapi ditemukan tidak menemukan bukti untuk efek positif yang signifikan dari perubahan dari tekanan tinggi terhadap pekerjaan tekanan yang rendah.
Ini menunjukkan bahwa efek samping dari memiliki pekerjaan yang tinggi-tekanan sedemikian rupa sehingga mereka tidak diselesaikan dengan mudah bila perubahan terjadi, ini lah yang dimaksud dengan efek akumulasi.
Tidur ataupun istirahat adalah hal yang sangat penting untuk pekerja, kebijakan yang bagus( pekerjaan kontrol) tidak akan menjadi efektif apabila tidak disertai kebijakan untuk memperhitungkan antara beban/tuntutan kerja yang tinggi dengan porsi istirahat yang akan mempengaruhi kualitas tidur. Hal ini sangat menjadi penting karena akan menjadi kerugian untuk perusahaan tersebut apabila kehilangan pekerjanya karena sakit akibat terakumulasi dari stress dan kelelahan.
Tuntutan pekerjaan yang tinggi akan mempengaruhi psikologis pekerja, sedangkan beban kerja akan mempengaruhi fisik pekerja. Jika negatif akibat kerja tersebut tidak diakomodir akan terlihat kepada seorang pekerja yang akan menambah jam kerjanya.Belum lagi batas kemampuan baik secara fisik sampai psikologis pria dan wanita berbeda.

No comments:

Post a Comment