https://www.niagahoster.co.id/ref/52000

Hosting Unlimited Indonesia

Saturday, May 26, 2012

BISA ULAR (lanjutan...)


Penanganan Terhadap Berbagai Macam Bisa Ular


Penanganan gigitan ular berbisa menengah

Akan mengakibatkan pembengkakan pada daerah sekitar luka, perubahan warna, dan jika kondisi tubuh tidak fit, akan terasa demam panas – dingin sekitar 2 s.d. 7 hari.
- Lepaskan pembalut
- Cuci luka dengan pembersih luka yang ada (revanol)
- Beri antiseptik
- Jika perlu, tutup luka dengan kain kassa atau biarkan tetap terbuka agar cepat kering
- Usahakan korban beristirahat sebentar
- Beri makanan atau minuman berkalori dan berprotein tinggi
- Beri vitamin tambahan

Bila tergigit ular jenis raksasa, ular pyhton
Mengakibatkan pendarahan terbuka dan luka sobek.
- Posisikan bagian luka di atas dari posisi jantung untuk mencegah pendarahan, lebih baik dalam posisi berbaring
- Hentikan Pendarahan ! dengan melakukan prosedur penanganan pendarahan terbuka atau dapat pula dengan teknik torniquet.
- Istirahatkan dan tenangkan korban
- Upayakan untuk evakuasi ke rumah sakit dengan tetap memperhatikan pendarahan agar tidak terbuka lagi.
- Beri makanan atau minuman berkalori dan berprotein tinggi
- Beri vitamin tambahan
- ular ini tidak beracun tetapi akan tetap berbahaya jika korban kehilangan banyak darah.
- saat melepas gigitan dari korban, jangan paksakan dengan menarik kepala ular, tapi mulut harus dibuka ! Perhatikan juga belitan ular.

Bila tergigit ular yang berbisa tinggi
Efeknya berbeda beda sesuai jenis racun yang terkandung di dalam bisa ular.
Efek gigitan pada umumnya :
- Pembengkakan pada luka, diikuti perubahan warna
- Rasa sakit di seluruh persendian tubuh
- Mulut terasa kering
- Pusing, mata berkunang - kunang
- Demam, menggigil
o Efek lanjutan akan muntah, lambung dan liver (hati) terasa sakit, pinggang terasa pegal, akibat dari usaha ginjal membersihkan darah.

Penanganan jika tergigit dengan efek di atas:
- Posisikan bagian yang terluka lebih rendah dari posisi jantung
- Ikat diatas luka sampai berkerut. Setiap 10 menit, kendorkan 1 menit
- Buat luka baru deagn kedalam sekitar 1 cm dengan pisau, cutter, silet (yang disterilkan atau tidak, tergantung situasi). Buat luka pada mulai dari bagian atas, melalui lubang luka akibat taring. INGAT ! irisan luka baru jangan horisontal tetapi vertikal.
- Keluarkan darah sebanyak mungkin dengan cara mengurut kearah luka baru. korban akan terasa sangat kesakitan, sehingga perlu dilakukan dengan hati – hati tetapi tetap berlanjut. Saat mengurut, ikatan dapat dikendorkan. Upaya pengeluaran dapat dibantu dengan alat khusus “snake bite”, alat suntik (tanpa jarum), batang muda pohon pisang, teknik menggunakan tali senar, dan lain lain.
Tidak dianjurkan melakukan proses pengeluaran darah dan racun dengan menyedot melalui mulut. Karena itu sangat beresiko pada si penolong karena racun dapat mengkontaminasi mulut, gigi, gusi bahkan tertelan hingga lambung dan usus.
- Proses itu dilakukan berulang –ulang hingga darah berwarna merah kehitaman dan berbuih keluar semua dan berganti dengan darah berwarna merah segar.
- Evakuasi korban. Bawa ke ahli ular untuk penanganan pengeluaran bisa ular lebih lanjut atau dapat pula dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan suntikan antivenom yang tepat. Usahakan mendapatkan antivenom monovalen sesuai karakter bisa ular yang menggigit (haemotoxin atau neurotoxin)
- Informasikan pada dokter bila korban elergi terhadap obat tertentu, identifikasi.
- Perawatan merupakan hal yang penting. Usahakan untuk selalu berkonsultasi agar luka cepat kering.
Tidak semua efek gigitan berbisa tinggi seperti diatas. Jika yang diserang hanya syaraf, maka tidak terjadi pembangkakan, demam, pusing, muntah dll. Penanganan gigitan ular welang, ular weling, ular laut, ular pudak seruni membutuhkan teknik khusus karena spesifikasi racunnya berbeda.
    - Jangan beri minuman beralkohol
    - Korban tetap berusaha untuk sadar
    - Berikan semua jenis makanan dan minuman yang bergizi
    - Jangan bergerak berlebihan, istirahat yang cukup
    - Jika perlu, segera evakuasi ke rumah sakit

Sebelum dibawa ke rumah sakit :
·         Tenangkan korban
·         Jika mungkin, dapatkan ular yang mati (kepala ular yang sudah dipisahkan dari tubuhnya masih dapat menimbulkan intoksikasi dari bia selama 60 menit)
·         Imobilisasi ekstremitas yang digigit
·         Angkut korban kerumah sakit terdekat
Turniket serta sabuk pengikat akan mempengaruhi perkiraan tentang intensitas intoksikasi dan tidak boleh digunakan.

Di rumah sakit : tentukan intensitas intoksikasi dan preparat antibisa ular yang diperlukan.
·         Tingkat 0 : tidak diperlukan antibisa ular, dilakukan perawatan luka lokal; imunisasi tetanus merupakan indikasi; lakukan observasi di UGD paling sedikit selama 4 jam
·         Tingkat 1 : diperlukan pemberian antibisa ular 2-5 vial (20-50 ml) dan antihistamin
·         Tingkat 2 : diperlukan pemberian antibisa ular sebanyak 6-10 vial (60-100 ml)
·         Tingkat 3 : diperlukan pemberian antibisa ular sebanyak 10-15 vial (100-1500 ml)
·         Tingkat 4 : diperlukan pemberian antibisa ular lebih dari 15 vial (> 1500 ml)
Perawatan suportif diberikan menurut indikasi untuk menjaga fungsi sistem sirkulasi, sistem respiratori, sistem saraf pusat dan fungsi hematologi. Infeksi sekunder pada luka gigitan dicegah dengan memberikan antibiotik berspektrum-luas, seperti sefalosporin atau dikloksasilin. Ekstremitas yang terkena gigitan ular harus dibiarkan dalam keadaan agak tergantung sampai diberikannya antibisa ular dan kemudian ekstremitas itu ditinggikan. Tindakan debridemen luka lepuh atau vesikel yang hemoragik dan jaringan nekrotik superfisial dapat dimulai setelah hari ke-3 hingga hari ke-5 dan sebelum hari ke-7. Pencangkokan kulit dapat dipertimbangkan. Fasiotomi mungkin diperlukan untuk mencegah sindrom kompartemen.
-          Pengobatan segera
Penatalaksanaan segera yang terbaik setelah gigitan ular adalah kompres dingin pada daerah gigitan dan penempatan torniket yang rapat di antara tempat gigitan dan jantung. Torniket harus cukup kencang hanya untuk mencegah penyebaran bisa dan tidak sampai menghentikan sirkulasi arteri.
-          Pengobatan lanjutan
Apakah torniket dipakai atau tidak, insisi longitudinal harus dilakukan melewati tanda taring dan hanya pada kulit. Kemudian dilakukan pengisapan. Terbaik penggunaan alat penghisap seperti mangkok karet atau alat suntik yang telah dipotong. Mulut dapat digunakan bila tak ada luka terbuka, tetapi ia sangat meningkatkan bahaya infeksi. Kadang-kadang dianjurkan eksisi lokal langsung pada daerah gigitan dengan penutupan luka primer. Pada keadaan ini perlu transpor ke rumah sakit.
Bersambung....

No comments:

Post a Comment