https://www.niagahoster.co.id/ref/52000

Hosting Unlimited Indonesia

Tuesday, May 29, 2012

Dehidrasi : Kurang Cairan



Hampir 75% dari total berat badan manusia, sebagian besar terbentuk dari cairan . Cairan ini terdistribusi sedemikian rupa sehingga mengisi hampir disetiap rongga yang ada didalam tubuh manusia. Pada kondisi normal, pengeluaran cairan dapat terjadi saat bernafas, berkeringat, buang air kecil atau buang air besar. Sehingga setiap hari dibutuhkan cukup air guna mengganti cairan yang hilang saat aktifitas normal tersebut.
air putih - waterDehidrasi, terjadi jika cairan yang dikeluarkan oleh tubuh melebihi cairan yang masuk. Namun karena mekanisme yang terdapat pada tubuh manusia sudah sangat unik dan dinamis maka tidak setiap kehilangan cairan akan menyebabkan tubuh dehidrasi. Rasa haus akan serta merta muncul bila keseimbangan cairan dalam tubuh mulai terganggu. Tubuh akan menghasilkan hormon ADH guna mengurangi produksi kencing oleh ginjal. Tujuan akhir dari mekanisme ini adalah mengurangi sebanyak mungkin kehilangan cairan saat keseimbangan cairan tubuh terganggu. Dehidrasi dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.
Penyebab Dehidrasi antara lain :

Monday, May 28, 2012

Kenapa Luka Sulit Sembuh?


“Kenapa yah luka pada kakiku sulit sembuh?, padahal dah lebih sebulan lho, biasanya ga sampe sebulan kalau ada luka bisa sembuh sendiri”, tanya seorang pasien ketika datang ke Wocare Clinic.
Memang seringkali kita mendapatkan kenyataan seperti itu, luka sulit sembuh, padahal – menurut mereka- segala anjuran sudah mereka laksanakan, mulai dari minum obat sampai dengan istirahat. Sebenarnya apa saja sih yang mempengaruhi proses penyembuhan luka?, yuk kita cari tahu lebih jauh…
Luka adalah rusaknya jaringan kulit sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan pada fungsi kulit tersebut, sehingga kulit tidak mampu menjalankan fungsinya dan menimbulkan berbagai keluhan seperti, nyeri, demam, bengkak dan kehilangan fungsi. Secara umum luka dapat sembuh dengan sendirinya sebagai bentuk respon tubuh untuk memperbaiki sendiri apa yang rusak pada bagian tubuhnya, ini terjadi jika dalam tubuh orang tersebut semua sistem berjalan dengan baik dan tidak terdapat menyulit yang dapat menyebabkan tubuh tidak dapat/lambat melakukan proses penyembuhan, Proses penyembuhan secara alami ini terjadi antara 7-21 hari, jika lebih dari 21 hari maka dapat dikatakan proses penyembuhan alami tidak berjalan dengan baik dan memungkinkan ada faktor lain yang menyebabkan melambatnya proses tersebut.
Proses penyembuhan luka ternyata harus didukung oleh banyak faktor yang secara umum dibagi menjadi 2 faktor yaitu faktor umum dan faktor lokal. Faktor umum meliputi : usia, penyakit yang menyertai, kondisi pembuluh darah/vaskular, status nutrisi, kegemukan, gangguan sensasi/pergerakan, status psikologis, terapi radiasi dan obat. Faktor lokal meliputi : kelembaban luka, penanganan luka, suhu luka, takanan/gesekan pada luka, benda asing dan infeksi. Nah ternyata banyak sekali yang dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka, berikut akan dijelaskan lebih lanjut…

Penyakit yang menyertai dan dapat memperlambat proses penyembuhan luka diantaranya adalah : diabetes melitus, anemia, adanya keganasan / kanker, gangguan immun, gangguan hati, tingginya kadar ureum, gangguan pencernaan.
Kondisi pembuluh darah / vaskular yang baik juga menjadi suatu syarat agar proses penyembuhan luka berjalan baik, karena pembuluh darah yang baik akan menjamin luka mendapat pasokan darah yang cukup. Hal yang dapat menyebabkan buruknya pembuluh darah adalah tekanan/gesekan dan juga merokok.
Nutrisi yang buruk dapat memperlambat proses penyembuhan luka dan dapat meningkatkan risiko infeksi. Obesitas/kegemukan juga menjadi penghambat proses penyembuhan luka, karena jaringan kulit pada obesitas banyak terdiri dari jaringan adiposa yang sangat kurang vaskularitasnya.
Gangguan pada sensasi dan pergerakan, semakin kurangnya seseorang bergerak maka akan menyebabkan kurangnya vaskularitas yg dapat menyebabkan lambatnya proses penyembuhan luka.
Obat-obatan tertentu jg dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka diantaranya adalah: obat steroid anti inflamasi, obat cytotoxic (kanker) dan obat golongan pinisilin. Terapi radiasi bertujuan memusnahkan sel-sel kanker ternyata juga merusak sel-sel yang sehat, terlebih pada luka, belum lagi efek terapi seperti mual/muntah yang dapat menyebabkan kurangnya nutrisi yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka.
Kondisi psikologis yang tidak kuat seperti stress, cemas dan depresi juga dapat memperlambat proses penyembuhan luka karena akan menekan imunitas tubuh untuk memperbaiki luka.
Proses penanganan luka juga menjadi hal penting yang tidak dapat diremehkan, tepat atau tidaknya proses penanganan luka akan sangat berpengaruh pada cepat atau lambatnya proses penyembuhan luka. Seorang perawat spesialis luka akan sangat mengerti dengan kondisi luka pasiennya dan akan berusaha memberikan terapi perawatan yang sesuai dengan kondisi lukanya.
  • Kelembaban luka, luka membutuhkan kondisi yang lembab untuk proses penyembuhannya, karena dengan kondisi lembab akan terjadi proses migrasi sel yang sangat baik, dan juga ketika luka dalam kondisi lembab maka akan mengurangi rasa sakit ketika balutan diganti.
  • Temperatur luka, temperatur luka yang konstan kira-kira 37 c akan mendukung proses penyembuhan luka, oleh karena itu temperatur luka harus dipertahankan.
  • Tekanan dan gesekan. Tekanan dan gesekan dapat menyebabkan rusaknya pembuluh darah yang dapat memperlambat proses penyembuhan luka. Tekanan dan gesekan ini dapat terjadi pada saat beraktivitas atau tidak beraktivitas, saat mengganti pakaian juga saat mengganti balutan. Menjaga luka dari tekanan/gesekan menjadi hal yg penting untuk menjamin vaskularitas tetap baik.
  • Adanya benda asing. Benda asing yang mungkin ditemukan pada luka adalah jaringan mati, debu, rambut, kaca, kapas, benang dan infeksi. Semua luka yang mengalami kesulitan penyembuhan harus dipastikan tidak adanya benda asing tersebut, bisa dilakukan dengan pemeriksaan khusus (x-ray). Mencuci luka juga dapat mengurangi keberadaan benda asing tersebut.
  • Infeksi. Luka yang terinfeksi dapat dipastikan membutuhkan waktu yang lebih lama dalam proses penyembuhannya bahkan bukan hanya lukanya saja yang lama sembuhnya namun juga jiwa bisa terancam karena infeksi tersebut bisa menjalar keseluruh tubuh yang mengakibatkan kematian.
Nah, ternyata banyak banget yah faktor yang menyebabkan luka sulit sembuh. Oleh karena itu jangan pernah menyepelekan luka walau hanya kecil karen mungkin saja dari yang kecil tersebut bisa menjadi hal yang besar bahkan berakhir pada terhempasnya nyawa, ketika kita tidak tahu dan salah memberikan terapi pada luka. So…serahkan masalah pada ahlinya ya…., begitu juga dengan luka..serahkan pada perawat spesialis luka ya….

(sumber : www.perawatluka.com)

Sunday, May 27, 2012

Obat Tradisional di Sekitar Kita



Kencur(Kampferia galanga)
Tanaman ini nyaris tidak berbatang karena hanya daunnya yang nampak tumbuh rapat di atas tanah. Kencur relatif tahan naungan namun tidak tahan kekeringan. Umbinya digunakan sebagai bumbu urap, pecel, dan sayur lainnya. Selain digunakan sebagai jamu, param kocok (penghangat badan) dan dikunyah-kunyah untuk penghilang suara serak seperti yang dilakukan oleh seorang tokoh nasional feminis kita. Perbanyakan dengan menggunakan umbi yang ada mata tunasnya.

Kunci(Gastrochilus panduratum)
Menghasilkan umbi utama yang membengkak (lonjong) dan ditempeli dengan akar panjang yang membengkak pula sehingga mirip deretan kunci yang menggantung. Umbi digunakan sebagai bumbu penyedap atau sebagai jamu.

KRIPIK KULIT SINGKONG, DARI LIMBAH MENJADI CAMILAN GURIH





Hampir semua bagian dari pohon singkong bisa dimanfaatkan mulai dari ubi hingga daunnya. Ubi Singkong biasanya hanya diambil dagingnya dan untuk digoreng atau direbus. Sedangkan kulitnya dibuang begitu saja atau di jadikan makanan untuk hewan ternak seperti sapi dan kambing. Di tangan seorang perajin keripik di Desa Purwokerto Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal Jawa Tengah, kulit singkong justru bisa diolah menjadi makanan ringan yang tidak kalah renyah dan gurihnya dibandingkan dengan ubi singkongnya.

Adalah Bekti Susiati, yang sejak 7 bulan terakhir mencoba memanfaatkan kulit singkong yang selama ini dianggap sebagai sampah dan limbah, diolah menjadi keripik yang rasanya renyah dan tidak keras. Sering kali, kulit singkong disepelekan oleh sebagian besar orang. Padahal, kulit singkong memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi yang dapat digunakan sebagai sumber energi dan dapat dikonsumsi oleh manusia. Persentase jumlah limbah kulit bagian luar sebesar 0,5-2% dari berat total singkong segar.

Saturday, May 26, 2012

BISA ULAR (terakhir....)

Serum Anti Bisa Ular

Anti bisa ular terdapat dalam 2 sediaan, monovalen (efektif terhadap racun spesies ular tertentu) dan polyvalent (efektif terhadap beberapa spesies ular). Anti bisa ular sudah dimurnikan dengan beberapa proses namun masih mengandung protein serum yang dapat bertindak sebagai antigen, sehingga beberapa individu dapat bereaksi terhadap anti bisa ular dengan reaksi hipersensitivitas cepat (anafilaksis) atau hipersensitivitas lambat (serum sickness). Meskipun demikian, anti bisa ular harus tetap diberikan pada pasien gigitan ular yang mengancam jiwa, efek samping dapat ditangani setelah efek bisa ular dinetralkan.
             Anti bisa ular diberikan ketika seorang pasien terbukti atau diduga telah digigit ular dengan satu atau lebih tanda berikut ini :

BISA ULAR (lanjutan...)


Penanganan Terhadap Berbagai Macam Bisa Ular


Penanganan gigitan ular berbisa menengah

Akan mengakibatkan pembengkakan pada daerah sekitar luka, perubahan warna, dan jika kondisi tubuh tidak fit, akan terasa demam panas – dingin sekitar 2 s.d. 7 hari.
- Lepaskan pembalut
- Cuci luka dengan pembersih luka yang ada (revanol)
- Beri antiseptik
- Jika perlu, tutup luka dengan kain kassa atau biarkan tetap terbuka agar cepat kering
- Usahakan korban beristirahat sebentar
- Beri makanan atau minuman berkalori dan berprotein tinggi
- Beri vitamin tambahan

BISA ULAR


Pengertian Bisa
Bisa, venom, atau zootoksin (secara harfiah "racun hewan") adalah semua jenis toksin yang yang digunakan oleh beberapa kelompok spesies hewan, untuk keperluan pertahanan dan berburu mangsa. Bisa dibedakan dengan racun dengan definisi bahwa bisa adalah toksin biologis yang disuntikkan untuk menimbulkan efeknya, sedangkan racun adalah toksin biologis yang diserap melalui lapisan epitel (baik dari usus maupun melalui kulit). Hewan-hewan yang memiliki bisa antara lain adalah ular, laba-laba, kalajengking, dan lebah. Bisa ular umumnya mengandung fosfolipase A2, sejenis enzim yang memicu proses lisis pada senyawa fosfolipid, sehingga bersifat toksik terhadap membran sel.

Pengusaha Dukung Implementasi Zona Waktu Tahun Ini | Bisnis | Beritasatu.com

Pengusaha Dukung Implementasi Zona Waktu Tahun Ini


Ilustrasi Penyatuan Zona Waktu
Ilustrasi Penyatuan Zona Waktu (sumber: Antara)
Dapat meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Rencana pemerintah melakukan penyeragaman zona waktu di Indonesia menjadi Waktu Indonesia Tengah (WITA) mulai 28 Oktober 2012 disambut positif pelaku industri yang mengandalkan pasar ekspor.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofyan Wanandi, mengatakan, penyamaan zona waktu merupakan kebijakan yang berkualitas karena dapat meningkatkan daya saing ekonomi nasional, setidaknya dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

"Dengan penyamaan waktu seperti itu akan memudahkan penghitungan durasi ditribusi perdagangan," ujarnya.

Penyeragaman zona waktu juga akan memudahkan perdagangan antara pulau di Indonesia. Konsumen dan produsen tidak tidak lagi menemui kendala soal kendatangan barang.  Sebab seluruh pekerja akan melakukan pekerjaannya secara bersama-sama.

Selanjutnya Baca :
 Pengusaha Dukung Implementasi Zona Waktu Tahun Ini | Bisnis | Beritasatu.com


Iklanku :
Tips mengamankan akun facebook dari hakcer plus banjir uang...
atau
Beli produk kesehatan dapat bonus uang..
coba aja klik :

Andik Curi Perhatian Andrea Stramaccioni | Indonesia | Beritasatu.com

Andik Curi Perhatian Andrea Stramaccioni

Andik Vermansyah, berusaha melewati hadangan pesepakbola Inter Milan Cristiano Biraghi, pada laga persahabatan di Stadion Gelora Bung Karno. (Antara/Ismar Patrizki)
Andik Vermansyah, berusaha melewati hadangan pesepakbola Inter Milan Cristiano Biraghi, pada laga persahabatan di Stadion Gelora Bung Karno. (Antara/Ismar Patrizki)
Beberapa peluang menjebol gawang tim yang berjuluk I Nerazzurri itu memang sering terjadi baik melalui Andik Vermansyah maupun Eduard Wilson Junior.

Pelatih Inter Milan Andrea Stramaccioni memuji permainan cepat yang diperagakan para pemain Liga Selection pada pertandingan persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, semalam. Andik Vermansyah menjadi salah satu pemain yang menarik perhatian pelatih berusia 36 tahun itu.

"Saya suka nomor 10 (Andik Vermansyah), tapi lupa namanya," kata pelatih muda yang menggantikan posisi Claudio Ranieri itu, usai pertandingan, Kamis (24/5) malam.


Selanjutnya Baca :
Andik Curi Perhatian Andrea Stramaccioni | Indonesia | Beritasatu.com

BISA ULAR (lanjutan...)


Bagaimana Mengenali Ular Berbisa?

Tidak ada cara sederhana untuk mengidentifikasi ular berbisa. Beberapa spesies ular tidak berbisa dapat tampak menyerupai ular berbisa. Namun, beberapa ular berbisa dapat dikenali melalui ukuran, bentuk, warna, kebiasaan dan suara yang dikeluarkan saat merasa terancam. Beberapa ciri ular berbisa adalah bentuk kepala segitiga, ukuran gigi taring kecil, dan pada luka bekas gigitan terdapat bekas taring.


Gambar 2. Bekas gigitanan ular. (A) Ular tidak berbisa tanpa bekas taring, (B) Ular berbisa
dengan bekas taring


Sifat Bisa, Gejala, dan Tanda Gigitan Ular
            Berdasarkan sifatnya pada tubuh mangsa, bisa ular dapat dibedakan menjadi bisa hemotoksik, yaitu bisa yang mempengaruhi jantung dan sistem pembuluh darah; bisa neurotoksik, yaitu bisa yang mempengaruhi sistem saraf dan otak; dan bisa sitotoksik, yaitu bisa yang hanya bekerja pada lokasi gigitan. Tidak semua ular berbisa pada waktu menggigit menginjeksikan bisa pada korbannya. Orang yang digigit ular, meskipun tidak ada bisa yang diinjeksikan ke tubuhnya dapat menjadi panik, nafas menjadi cepat, tangan dan kaki menjadi kaku, dan kepala menjadi pening. Gejala dan tanda-tanda gigitan ular akan bervariasi sesuai spesies ular yang menggigit dan banyaknya bisa yang diinjeksikan pada korban. Gejala dan tanda-tanda tersebut antara lain adalah tanda gigitan taring (fang marks), nyeri lokal, pendarahan lokal, memar, pembengkakan kelenjar getah bening, radang, melepuh, infeksi lokal, dan nekrosis jaringan (terutama akibat gigitan ular dari famili Viperidae).
Penatalaksanaan Keracunan Akibat Gigitan Ular
Langkah-langkah yang harus diikuti pada penatalaksanaan gigitan ular adalah:
1. Pertolongan pertama, harus dilaksanakan secepatnya setelah terjadi gigitan ular sebelum korban dibawa ke rumah sakit. Hal ini dapat dilakukan oleh korban sendiri atau orang lain yang ada di tempat kejadian. Tujuan pertolongan pertama adalah untuk menghambat penyerapan bisa, mempertahankan hidup korban dan menghindari komplikasi sebelum mendapatkan perawatan medis di rumah sakit serta mengawasi gejala dini yang membahayakan. Kemudian segera bawa korban ke tempat perawatan medis.
            Metode pertolongan yang dilakukan adalah menenangkan korban yang cemas; imobilisasi (membuat tidak bergerak) bagian tubuh yang tergigit dengan cara mengikat atau menyangga dengan kayu agar tidak terjadi kontraksi otot, karena pergerakan atau kontraksi otot dapat meningkatkan penyerapan bisa ke dalam aliran darah dan getah bening; pertimbangkan pressure-immobilisation pada gigitan Elapidae; hindari gangguan terhadap luka gigitan karena dapat meningkatkan penyerapan bisa dan menimbulkan pendarahan lokal.
2. Korban harus segera dibawa ke rumah sakit secepatnya, dengan cara yang aman dan senyaman mungkin. Hindari pergerakan atau kontraksi otot untuk mencegah peningkatan penyerapan bisa.
3. Pengobatan gigitan ular
Pada umumnya terjadi salah pengertian mengenai pengelolaan gigitan ular. Metode penggunaan torniket (diikat dengan keras sehingga menghambat peredaran darah), insisi (pengirisan dengan alat tajam), pengisapan tempat gigitan, pendinginan daerah yang digigit, pemberian antihistamin dan kortikosteroid harus dihindari karena tidak terbukti manfaatnya.
4. Terapi yang dianjurkan meliputi:
a. Bersihkan bagian yang terluka dengan cairan faal atau air steril.
 
Gambar 3. Imobilisasi bagian tubuh menggunakan perban.

b. Untuk efek lokal dianjurkan imobilisasi menggunakan perban katun elastis dengan
lebar + 10 cm, panjang 45 m, yang dibalutkan kuat di sekeliling bagian tubuh yang tergigit, mulai dari ujung jari kaki sampai bagian yang terdekat dengan gigitan. Bungkus rapat dengan perban seperti membungkus kaki yang terkilir, tetapi ikatan jangan terlalu kencang agar aliran darah tidak terganggu. Penggunaan torniket tidak dianjurkan karena dapat mengganggu aliran darah dan pelepasan torniket dapat menyebabkan efek sistemik yang lebih berat.
c. Pemberian tindakan pendukung berupa stabilisasi yang meliputi penatalaksanaan jalan nafas; penatalaksanaan fungsi pernafasan; penatalaksanaan sirkulasi; penatalaksanaan resusitasi perlu dilaksanakan bila kondisi klinis korban berupa hipotensi berat dan shock, shock perdarahan, kelumpuhan saraf pernafasan, kondisi yang tiba-tiba memburuk akibat terlepasnya penekanan perban, hiperkalaemia akibat rusaknya otot rangka, serta kerusakan ginjal dan komplikasi nekrosis lokal.
d. Pemberian suntikan antitetanus, atau bila korban pernah mendapatkan toksoid maka diberikan satu dosis toksoid tetanus.
e. Pemberian suntikan penisilin kristal sebanyak 2 juta unit secara intramuskular.
f. Pemberian sedasi atau analgesik untuk menghilangkan rasa takut cepat mati/panik.
g. Pemberian serum antibisa. Karena bisa ular sebagian besar terdiri atas protein, maka sifatnya adalah antigenik sehingga dapat dibuat dari serum kuda. Di Indonesia, antibisa bersifat polivalen, yang mengandung antibodi terhadap beberapa bisa ular. Serum antibisa ini hanya diindikasikan bila terdapat kerusakan jaringan lokal yang luas.
Penanganan Terhadap Gigitan Ular
Tindakan Pertama pada Gigitan Ular
1.    Luka dicuci dengan air bersih atau dengan larutan kalium permanganat untuk menghilangkan atau menetralisir bisa ular yang belum teradsorpsi.
2.    Insisi atau eksisi luka tidak dianjurkan, kecuali apabila gigitan ular baru terjadi beberapa menit sebelumnya.
    Insisi luka yang dilakukan dalam keadaan tergesa-gesa atau dilakukan  oleh orang yang tidak berpengalaman, justru sering merusak jaringan di bawah kulit dan akan meninggalkan parut luka yang cukup besar.
3.    Anggota badan yang digigit secepatnya diikat untuk menghambat penyebaran racun.
4.    Lakukan kemudian imobilisasi anggota badan yang digigit dengan cara memasang bidai karena gerakan otot dapat mempercepat penyebaran racun.
5.    Bila mungkin anggota badan yang digigit didinginkan dengan es batu.
6.    Penderita dilarang bergerak dan apabila perlu dapat diberi analgetika atau sedativa.
7.    Penderita secepatnya harus dibawa ke dokter atau rumah sakit yang terdekat untuk menerima perawatan selanjutnya.
 
Ada beberapa cara untuk mengobati gigitan ular, tergantung tingkat parah atau tidaknya gigitan.
1. Ambil sesendok minyak tanah dan sesendok minyak goreng, lantas suruh korban meminumnya. Minyak tanah dan minyak goreng berfungsi untuk menjadi tameng bagi jantung dan organ-organ penting dalam tubuh dari serangan racun bisa ular. Racun bisa tidak akan mampu menyerang jika tubuh diberi kedua cairan tersebut.
2. Ambil segenggam garam dan masukkan ke dalam air dalam sebuah gelas besar. Aduk air garam tersebut secukupnya. Buang ampas garam yang mengendap di dasar gelas. Terus air garam tersebut diminumkan kepada sang korban. Seperti halnya minyak tanah dan minyak goreng, air garam juga berfungsi sebagai anti toxin yang bisa melindungi jantung dan organ vital dari serangan racun bisa ular.
3. Jika korban digigit pada jam-jam berbahaya yang sudah dijelaskan di atas, maka cara yang cukup ampuh adalah dengan cara setrum. Dengan menggunakan accu kecil yang tidak berdaya listrik tinggi, tempelkan saja kabel negatif (-) dan positif (+) ke bekas gigitan. Awas, jangan sampai daerah yang bukan gigitan ikut tersetrum. Saat proses setrum berlangsung dan racun bisa disedot oleh listrik, sang korban tidak akan mengalami rasa sakit, paling akan merasa sedikit hangat. Jika bisa sudah habis disedot oleh listrik, korban pun akan merasa kesakitan. Saat itulah, proses setrum dihentikan segera agar tidak membahayakan korban.
4. Jika gigitan sudah terjadi lama dan sudah menimbulkan borok, maka cara yang digunakan adalah dengan proses pembakaran. Ambil tanah liat basah dan tempelkan ke daerah sekeliling bekas gigitan. Hal ini untuk melindungi daerah yang tidak terkena gigitan ular. Jika sekeliling daerah gigitan sudah terlindungi oleh tanah liat, baru kemudian dilakukan proses pembakaran. Ambil bara api secukupnya dan letakkan ke daerah gigitan. Jika bara api padam, nyalakan kembali. Saat racun bisa belum tuntas disedot oleh api, korban tidak akan mengalami rasa sakit atau panas. Namun jika sudah mulai terasa proses penyedotan berlangsung, korban akan mulai mengalami rasa hangat. Ketika racun bisa sudah habis tersedot, korban pun akan langsung merasa kepanasan. Saat itulah, proses pembakaran dihentikan.
Terkadang cara pembakaran ini harus memakan waktu dua hari. Hal itu terjadi karena gigitan yang sudah cukup lama, sehingga proses penyedotan tidak langsung selesai satu kali. Jadi, hari pertama dilakukan proses pembakaran. Keesokan harinya, hal pembakaran dilakukan kembali, sampai pasien betul-betul merasakan sakit sebagai pertanda bahwa racun bisa sudah habis tuntas disedot.

Bersambung...

Friday, May 25, 2012

BUMI YANG SEMAKIN PANAS



 
Bumi kita sudah sangat tua, kurang lebih 4,5 miliar tahun yang lalu bumi kita diciptakan. Dulu bumi menjadi tempat yang nyaman bagi manusia, hewan, tumbuhan, dan makhluk hidup lainnya untuk hidup, tumbuh, dan berkembangbiak. Sesungguhnya Allah SWT dalam Surah Ar-Rum ayat 41 menjelaskan. Yang artinya:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia……”
Allah SWT menciptakan manusia tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menjadi khalifah di bumi yang salah satu didalamnya untuk menjaga dan merawat bumi sebagai tempat tinggal mereka.
Masalah yang ramai dibicarakan akhir-akhir ini adalah semakin naiknya suhu bumi. Menurut ilmuwan suhu bumi rata-rata naik 0,7 derajat celcius dibandingkan 100 tahun silam. Masalah tersebut dikenal dengan sebutan Global Warming atau Pemanasan Global. Sebenarnya apa yang dimaksud Pemanasan Global atau Global Warming? Mungkin banyak orang yang belum mengetahuinya atau bahkan belum menyadari tanda-tanda kalau bumi kita ini sudah semakin panas.
Global Warming terjadi karena Matahari memancarkan energi yang kemudian diserap oleh bumi. Energi yang diserap tersebut dipantulkan kembali dalam bentuk Radiasi Inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Sebagian Inframerah akan tertahan oleh awan dan Gas Rumah kaca untuk dikembalikan ke bumi. Dalam keadaan normal efek rumah kaca sangat bermanfaat yaitu suhu siang dan malam tidak jauh berbeda. Dalam jumlah berlebihan efek rumah kaca menyebabkan Global Warming.
Semakin banyak gas rumah kaca di bumi maka semakin panas pula bumi itu. Dibuktikan juga oleh seorang ilmuwan bernama Joseph Fourler pada tahun 1824 bahwa efek rumah kacalah yang membuat bumi kita menjadi hangat.
Apakah sebenarnya gas rumah kaca sehingga memberikan dampak yang begitu besar terhadap bumi? gas rumah kaca adalah gas yang menimbulkan efek rumah kaca.
Yang termasuk gas rumah kaca adalah karbon dioksida (CO2), metana (CH4), uap air (H2O), dan lain-lain. Karbon dioksida dapat terbentuk melalui letusan gunung berapi dan yang paling banyak menghasilkanya adalah manusia. Saat manusia menghembuskan nafas maka keluarlah karbon dioksida. Jumlah yang dihasilkan perharinyapun banyak, bayangkan ada berapa miliar manusia di bumi ini? Itu baru salah satu gasnya, belum yang lain.
Gas lain yang juga menyebabkan Global Warming adalah dinitrogen oksida. Gas ini memang dihasilkan alami oleh tanah dan lautan, tetapi juga dihasilkan oleh pabrik dan kendaraan bermotor. Jika ada perbandingan 2:1 untuk yang tidak memiliki kendaraan bermotor dan yang memiliki kendaraan bermotor. Bayangkan jika ada 6,5 miliar manusia berapa banyak dinitrogen oksida terbuang tiap tahunnya?Lagi-lagi itu adalah perbuatan manusia. Bagaimana bumi ini akan kembali nyaman untuk dihuni seperti dahulu jika manusianya saja semakin banyak.
Satu contoh kasus yang paling parah adalah semakin maraknya penggundulan hutan. Padahal hutan adalah sarana untuk mengurangi karbon dioksida dan melalui bantuan matahari menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh manusia untuk bernafas. Bayangkan jika oksigen semakin berkurang? Manusia akan sulit bernafas, dan jika sudah tidak bisa bernafas lagi manusia akan mati. Sekarang saja oksigen sudah diperjualbelikan dengan harga tinggi. Mungkin beberapa ratus tahun yang akan datang jika kondisi alam semakin buruk kemungkinan oksigen semakin langka.
Tahukah anda bahwa Indonesia adalah penghasil karbon dioksida ke-21 terbesar di dunia. Untuk itu pada tanggal 3-14 Desember 2007 di Bali diadakan Konferensi Internasional yang dihadiri oleh negara-negara anggota PBB, terutama yang peduli terhadap lingkungan. Disana dibahas bagaimana mengurangi gas rumah kaca agar pemanasan global semakin berkurang sedangkan di Kyoto, pada tanggal 12 Desember 1997 diadakan perjanjian yang isinya tidak jauh berbeda dengan Konferensi Internasional di Bali, yaitu mengharuskan bagi negara-negara maju untuk menjadi pelopor untuk mengurangi gas rumah kaca.
Hal apakah yang terjadi jika pemanasan global terus terjadi? Salah satu hal yang terjadi adalah mencairnya es/salju abadi di kutub, baik utara maupun selatan. Terutama di kutub utara karena wilayah inilah yang paling rawan. Akibat mencairnya es tersebut kemungkinan satu abad lagi beruang kutub akan punah dari bumi ini atau bahkan tidak hanya beruang kutub, hewan lainpun dapat pula mengalami yang demikian. Akibat yang paling parah adalah naiknya permukaan air laut sampai 100 cm. Banyak pulau yang akan tenggelam,terutama negara-negara yang terdiri dari kepulauan, akan kehilangan beberapa pulaunya karena tenggelam.
Apalagi negara Belanda yang membendung laut untuk memperluas wilayahnya, kira-kira Belanda akan kehilangan 6% wilayahnya 100 tahun yang akan datang. Dari berbagai akibat yang ada yang paling memprihatinkan jika semua sumber makanan semakin berkurang dari mana manusia akan memperoleh sumber makanan? Karena sebagian lahan pertanian hilang.
Sebagai akibat lainnya dari pemanasan global adalah merebaknya berbagai penyakit seperti malaria. Karena suhu yang semakin hangat maka nyamuk dapat hidup di daerah yang hangat tersebut dan kemungkinan terjadinya penyakit malariapun semakin besar.
Dapatkah semua itu dicegah? Kemungkinan semua itu dapat dicegah dengan cara pemanfaatan energi matahari untuk menggantikan energi alam seperti batu bara, minyak bumi, dan lain-lain. Juga dengan menanam pohon agar jumlah karbon dioksida semakin berkurang, yang ketiga kita harus pola hidup sehat, seperti tidak menggunakan AC (Air Conditioner), botol semprot baik untuk minyak wangi, aerosol, dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA
Marapung, A. Muzi. 2008. Pemanasan Global. Solo: Tiga Serangkai


Iklanku :
Tips mengamankan akun facebook dari hakcer plus banjir uang...
atau
Beli produk kesehatan dapat bonus uang..
coba aja klik :























Thursday, May 24, 2012

Manusia Purba Juga Punya "Facebook"


Facebook ala manusia prasejarah ditemukan di Rusia dan Swedia.

(Sumber : Karlina Octaviany, vivanews.com)



Facebook Zaman Prasejarah (Dailymail.co.uk)
VIVAnews - Ilmuwan Cambridge, Inggris mempelajari "Facebook" versi prasejarah untuk mendapatkan wawasan unik mengenai keseharian leluhur kita.
Peneliti menganalisa ribuan gambar yang digores pada situs dua batu granit. Batu situs di Swedia dan Rusia ini seukuran lapangan sepakbola.
Para arkeolog percaya bentuk awal jejaring sosial yang digunakan pada Zaman Perunggu ini berfungsi untuk menjalin komunikasi. Situs ini dimanfaatkan berbagai klan untuk berbagi pengetahuan dan tips mengenai berburu dan kebutuhan bertahan hidup lainnya.
Seni batu Namforsen, Swedia ini digambarkan para ilmuwan sebagai bentuk prasejarah dari Facebook. Coretan di batu itu memuat gambar binatang, manusia, perahu, dan pesta perburuan.
Para peneliti berkeyakinan manusia kuno menggunakan lokasi yang sama untuk menggambar dan berkomunikasi selama ribuan tahun. Manusia gua menganggap tempat itu dapat memberikan "kenyamanan" dan "koneksi" mendalam antarmanusia.
Arkeolog Cambridge, Mark Sapwell menggunakan teknologi terbaru untuk menganalisa beberapa tipe gambar.
"Ada sesuatu yang spesial dengan tempat ini. Saya rasa orang-orang itu ke sini karena mereka mengetahui orang-orang lain telah datang ke sini sebelumnya," ujar Sapwell seperti dilansir dari Dailymail.co.uk.
"Sama seperti hari ini, orang selalu ingin berkoneksi satu sama lain. Ini merupakan ekspresi identitas untuk masyarakat pada masa yang sangat awal ketika bahasa tulisan belum tercipta," imbuhnya.
Sama seperti Facebook, situs purbakala ini mengundang komentar terbuka. Variasi gambar baik cerminan maupun interpretasi ulang berlaku seperti panggilan dan respon. Cara komunikasi ini berlaku untuk kelompok pemburu dari ratusan hingga ribuan tahun lalu.
"Serupa Facebook, status mengundang komentar. Seni batu ini tampak sangat sosial dan mengundang untuk ditambahkan," ujar Sapwell.
Dua situs purba yang diteliti yakni Zalavruga di Rusia dan Namforsen di Swedia Utara. Keduanya mengandung 2.500 gambar.
Peneliti juga menemukan seni prasejarah ini juga berkembang menjadi "mobile". Berawal dari batu hingga muncul di beberapa perkakas seperti pegangan pisau dan pot.
"Situs-situs tersebut berada pada jaringan sungai. Perahu diperkirakan menjadi alat transportasi Zaman Perunggu," tambah Sapwell.
Seni batu yang dipelajari Sapwell berada di dekat jeram dan air terjun. Tempat ini kemungkinan menjadi lokasi manusia gua meninggalkan sungai dan berjalan berkeliling.
"Inilah tempat alami untuk berhenti dan meninggalkan jejak Anda saat perjalanan, semacam gardu artistik," ujar Sapwell. (umi)