Sunday, May 31, 2015
KESUKSESAN, SIAPA YANG TIDAK TERGIUR?
Secara umum, sukses adalah taraf sejauhmana seseorang mengalami kemajuan dan peningkatan dalam menjalankan aneka tugas kehidupan meskipun menghadapi aneka tantangan dan hambatan (Paul Stoltz, 1997). Ukuran sukses pada setiap orang berbeda-beda. Yang lebih penting diukur adalah dari dalam diri sendiri berupa kualitas motivasi hidup yang semakin meningkat.
Ketika seorang individu berperilaku, perilaku yang nampak adalah hasil dari berbagai macam faktor yang melatar belakanginya. Faktor-faktor yang melatar belakangi tersebut biasanya sesuai dengan tingkat kebutuhan yang ingin dicapai oleh seorang individu. Menurut Abraham Maslow ada 5 tingkatan kebutuhan manusia, yaitu :
1. Kebutuhan fisiologis : makan,minum, tidur, seks.
2. Kebutuhan Rasa Aman : Punya penghasilan, tempat tinggal sendiri
3. Kebutuhan Mencintai-dicintai : punya lingkaran sahabat, pasangan hidup
4. Kebutuhan Harga-diri : Punya karir, jabatan, kegiatan yang memberi rasa jati diri.
5. Kebutuhan aktualisasi diri : Punya sarana untuk mengembangkan aneka talenta demi mencapai tujuan yang lebih luhur-mulai : peningkatan diri, pelayanan kepada sesama.
Setiap kali individu berperilaku, maka ia akan dipengaruhi oleh tingkat kebutuhan yang telah terpenuhi. Misalnya : ketika seorang individu, kebutuhan fisiologisnya(makan, minum, tidur, seks) belum terpenuhi maka perilakunya akan mengarah kepada pemenuhan kebutuhan fisiologisnya.
Wednesday, May 27, 2015
Otak Kanan Orang Desa
A. Orang Desa yang Terpilih.
Sebuah desa kebanyakan mempunyai beberapa atau malah banyak orang yang mempunyai latar pendidikan tinggi. Desa desa yang berada di sekitar pegunungan Kendeng Selatan ini rata rata penduduknya tamatan SMU/SMK atau sederajat. Masih banyak juga ditemui orang desa yang berlatar belakang pendidikan dibawahnya. Orang orang desa yang berlatar belakang berpendidikan tinggi mempunyai kecenderungan memilih pekerjaan di luar desa. Adapun yang tinggal di desa, berprofesi pns atau belum mendapatkan pekerjaan atau terpaksa untuk hidup di desa. Mengapa terpaksa hidup di desa? Iya, karena mereka biasanya mempunyai usaha karena belum memperoleh pekerjaan yang mereka idam-idamkan dan harus memenuhi kebutuhan hidupnya. Atau mungkin juga mereka tinggal di desa karena permintaan dari orang tuanya untuk menemani dan merawat sampai akhir hayatnya.
Lepas dari semua itu, sebuah program pemberdayaan pastilah membutuhkan beberapa orang yang mau dan mampu untuk mengurusi dan menjalankan program yang ada. Khusus untuk PPIP, sekumpulan orang yang mengurusi dan menjalankan program yang ada dinamakan OMS (Organisasi Masyarakat Desa), dan KPP (Kelompok Pengelola dan Pemelihara) OMS adalah organisasi yang menjalankan semua tahapan yang ada, mulai dari musyawarah desa yang menentukan pekerjaan apa yang akan dilaksanakan sampai serah terima pekerjaan pembangunan ke masyarakat. KPP adalah sekumpulan orang yang mengelola dan memelihara pasca serah terima ke masyarakat. Sekilas tahapan yang ada di PPIP adalah mulai dari rembug warga, sosialisasi desa, Musdes (Musyawarah Desa) I, Musdes II, Musdes III, Pelaksanaan, Musdes IV yang dilanjutkan serah terima pekerjaan ke masyarakat.
Ternyata, orang yang mau dan mampu itu tidaklah mudah ditemukan untuk dijadikan sebagai pengurus OMS maupun KPP. Kata mampu disini dimaksudkan adalah mampu untuk bekerja secara ikhlas dan mengerahkan segala daya upaya untuk melaksanakan pekerjaan yang ada, lebih lebih mempunyai latar belakang pendidikan tinggi. Ada orang yang mau tetapi tidak mampu untuk bekerja maka keberhasilan pelaksanaan program PPIP pastilah kacau. Ada orang yang mampu dalam arti berlatar belakang pendidikan tinggi tetapi tidak mau masuk dalam kepengurusan OMS dan KPP adalah keniscayaan.
(bersambung...)
Tuesday, May 26, 2015
PERMASALAHAN YANG ADA DI MASYARAKAT DESA
Saturday, May 23, 2015
Beberapa Akronim/Singkatan dan Smileys atau Emoticons
Friday, May 22, 2015
Menguasai Ilmu Pengetahuan, Menguasai Dunia
Saturday, May 16, 2015
8 Hasil Penelitian terkait Perselingkuhan
Amerika Serikat - Perselingkuhan dalam sebuah hubungan cinta selalu menjadi topik yang hangat dibicarakan, bahkan di kalangan peneliti. Beberapa peneliti bahkan mengambil topik ini untuk mencoba mengerti alasan maupun tipe-tipe. Berikut ini rangkuman beberapa hasil penelitian terkait perselingkuhan yang disitir dari YourTango:
1. Kebanyakan orang yang berselingkuh penyuka genre musik rock 'n roll
Musik dan hubungan percintaan punya hubungan. Setidaknya demikian disimpulkan dalam sebuah penelitian yang menyatakan, 41 persen orang yang berselingkuh mengaku suka genre musik rock. Di posisi berikutnya adalah penyuka genre musik pop (16 persen), genre country (11 persen), musik klasik (tujuh persen), dan rap/hip-hop (dua persen).
2. Ketika perempuan berselingkuh, itu adalah hal yang berbahaya
Untuk beberapa alasan, kebanyakan orang menyimpulkan, pihak yang lebih memungkinkan untuk berselingkuh adalah kaum adam. Namun, hal itu tidak sepenuhnya benar. Sebab, ada pula perempuan yang berselingkuh. Hanya saja, dua pihak ini berselingkuh untuk alasan berbeda. Bagi perempuan yang berselingkuh umumnya untuk memenuhi kebutuhan emosional, sementara laki-laki untuk memenuhi kebutuhan fisiknya.
Friday, May 15, 2015
Hal Penting Agar Hubungan Pasangan Suami Istri Terus Hangat
Jakarta - Kegiatan berpacaran tidak hanya perlu dilakukan sepasang kekasih yang baru saja menjalin kisah kasih. Pasangan yang sudah berumah tangga disarankan untuk tetap melakukan aktivitas pacaran. Sebab, berpacaran dipercaya bisa kembali menumbuhkan rasa cinta terhadap pasangan.
"Menjaga keromantisan itu penting. Salah satunya adalah dengan berpacaran," kata relationship coach Indra Noveldy di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Kamis (23/4).
Indra membagi pengalamannya menangani pasangan suami istri yang mengonsultasikan hubungannya rumah tangganya. Indra menerangkan, ia kerap menanyakan pernyataan sederhana yang sulit dijawab oleh pasangan suami istri.
"Saya sering berikan pertanyaan sederhana kepada pasangan suami istri yang sudah menikah selama lima tahun. Kapan terakhir kali pacaran? Mereka menjawab dengan mata menerawang atau saling memandang," ujar Indra yang mempunyai lembaga pendidikan bernama Sekolah Pernikahan.
Thursday, May 14, 2015
Momen, Kunci Kelanggengan Hubungan Cinta
Jakarta - Tolok ukur keberhasilan berumah tangga bukan dilihat dari seberapa lama pasangan tersebut sudah menjalin hubungan. Menurut relationship coach Indra Noveldy, kunci kelanggengan hubungan suami istri justru dilihat dari seberapa banyak momen yang diciptakan
"Bukan masalah sudah berapa lama bersama, tetapi berapa banyak momen yang diciptakan bersama," kata Indra di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Kamis (23/4)
Momen yang diciptakan juga tidak harus berkaitan dengan peristiwa tertentu, seperti hari ulang tahun, hari kasih sayang, maupun hari pernikahan. Momen-momen sederhana juga bisa menciptakan kelanggengan hubungan.
Misalnya, masak bersama, mencuci bersama, hingga hal paling sederhana berupa mengobrol di kasur sebelum tidur, bisa menjadi sebuah momen romantis yang semakin mempererat hubungan suami istri. "Banyak orang kaitkan romantisme dengan tindakan dan keadaan. Padahal esensi romantis lebih pada
Wednesday, May 13, 2015
Subhanallah ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita
Kaum feminis bilang susah jadi wanita (baca: muslimah), lihat saja peraturan dibawah ini:
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya..
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki
Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk"MEMERDEKAKAN WANITA"
PERMASALAHAN YANG ADA DI MASYARAKAT DESA
Studi: Jauhi Sosial Media Bila Ingin Hubungan Langgeng
Satu dari tujuh orang di Inggris mengaku mempertimbangkan mengajukan perceraian akibat melihat aktivitas mencurigakan dari pasangannya di Facebook, Twitter, Whatsapp, Snapchat, dan Skype. Demikian kesimpulan yang ditarik dari 2.000 orang responden sudah menikah di Inggris, demikian disitir dari Huffington Post, Jumat (1/5).
Sekitar seperempat responden dari penelitian yang dilakukan oleh firma hukum Slater and Gordon ini mengaku rutin berdebat dengan pasangannya setidaknya sekali dalam sepekan akibat urusan terkait sosial media. Sekitar 17 persen responden bahkan mengaku berdebat dengan pasangannya setiap hari akibat masalah ini.
Sementara di Amerika Serikat, pengacara perceraian sepakat, dalam lima tahun terakhir sosial media secara pesat menjadi sumber masalah dalam hubungan pernikahan. Di tahun 2010, sekitar 81 persen pengacara perceraian yang disurvei oleh American Academy of Matrimonial Lawyers menyaksikan peningkatan kasus yang menggunakan jejaring sosial sebagai alat bukti.
Para pengacara perceraian ini mengatakan, Facebook adalah sumber utama untuk mencari bukti di dunia maya. Bahkan, 66 persen pengacara perceraian mengaku menemukan bukti dengan menyisir situs jejaring sosial tersebut.
