https://www.niagahoster.co.id/ref/52000

Hosting Unlimited Indonesia

Saturday, March 7, 2015

Makanan-Makanan Terlarang untuk Sarapan

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia

Ilustrasi anak sarapan. (Thinkstock/Fuse)
Sarapan adalah salah satu waktu makan yang paling penting. Anda disarankan untuk tidak melewatkannya. Seperti diketahui, sarapan akan membantu meningkatkan energi dan membuat Anda bugar sepanjang hari.

Oleh karenanya, mulailah hari dengan aneka makanan sarapan yang sehat. Memilih makanan yang sehat tak cuma membuat Anda jadi berenergi dan bugar, tapi juga membuat jantung Anda tetap sehar dan hidup lebih lama.

Berikut beberapa pilihan makanan terlarang yang harus dihindari untuk sarapan, mengutipBoldsky:
1. SerealIlustrasi sereal. (Thinkstock/8vFanI)
1. Sereal
Setiap sereal di pasaran dikemas dengan tambahan gula dan lemak proses yang tinggi. Bahan penyusun ini menyebabkan energi Anda meningkat sesaat, namun beberapa saat kemudian, akan menurun drastis. Ini adalah salah satu makanan yang buruk untuk pagi hari. Hanya saja, tak dimungkiri kalau makanan ini adalah makanan yang paling praktis
2. PancakesIlustrasi pancake. (Michael Stern/Flickr)
2. Pancakes
Pancakes yang disantap dengan sirup manis adalah ide buruk untuk sarapan. Kandungan fruktosa jagung dalam sirup akan menuntun Anda pada obesitas dan penumpukan lemak visceral. Ini adalah lemak yang berbahaya untuk organ tubuh, terutama hati.
3. Muffin dan donatIlustrasi donat.(Michael Stern/Flickr)
3. Muffin dan donat
Beberapa kafe menyediakan muffin untuk sarapan. Ini memang praktis, karena bisa disantap sambil bekerja atau berjalan. Namun kandungan tepung dan gula di dalamnya tidak baik untuk kesehatan.

Jika Anda lapar, ada baiknya untuk memilih minum air dibandingkan dengan menyantap donat. Air paling tidak akan mengenyangkan Anda dan mengeluarkan semua racunn dalam tubuh. Sementara donat akan menambah kalori dalam tubuh dan membuat Anda malas beraktivitas sepanjang hari.
4. Yogurt buahIlustrasi yogurt dengan buah. (Thinkstock/esigie)
4. Yogurt buah
Mungkin Anda berpikir kalau yogurt adalah pilihan sehat untuk sarapan. Tergantung. Yogurt tawar memang pilihan sehat, tapi tidak demikian dengan yogurt buah kemasan. Yogurt buah kemasan ini mengandung banyak pemanis buatan.
5. Jus buahIlustrasi jus buah. (Jeshoots)
5. Jus buah
Jus buah adalah sarapan paling buruk untuk Anda. Alasannya, jus buah yang Anda konsumsi dari kemasan atau konter jus buah di hotel atau restoran mengandung gula yang sangat tinggi. Belum lagi adanya kemungkinan kandungan pewarna di dalamnya. Keduanya akan membahayakan kesehatan gigi. Jika ingin minum bus, ada baiknya untuk membuat jus sendiri dengan perasa alami atau justru tanpa perasa sehingga lebih sehat.
6. KopiIlustrasi kopi. (waferboard/Flickr)
6. Kopi
Kopi adalah minuman lainnya yang buruk untuk sarapan. Ada banyak orang yang minum kopi saat sarapan. Ini artinya minum dengan perut masih kosong. Jika melakukan hal ini, perut Anda akan penuh dengan gas.
7. Makanan yang mengandung cokelatIlustrasi cokelat. (morgueFile/MichelleBulgaria)
7. Makanan yang mengandung cokelat
Cokelat mengandung senyawa alami yang baik untuk tubuh dan bisa membangkitkan energi. Namun, hati-hati, tidak semua cokelat bisa berefek demikian. Cokelat hitam akan baik untuk kesehatan Anda, akan tetapi, konsumsi cokelat susu dan makanan yang terbuat dari cokelat ini akan membuat Anda justru mengantuk.
8. Makanan yang mengandung telurIlustrasi makanan dari telur. (Pixabay/acworks)
8. Makanan yang mengandung telur
Telur mengandung protein tinggi dan baik untuk sarapan. Hanya saja, makanan ini berubah jadi buruk ketika Anda menambahkannya dengan keju dan bacon. Ini akan membuat tubuh Anda penuh lemak dan kehilangan manfaat protein telur. 

Alasan Mengapa Orang Tua Wajib Mandikan Anaknya Sendiri

, CNN Indonesia

Alasan Mengapa Orang Tua Wajib Mandikan Anaknya SendiriMemandikan bayi harus dipahami sebagai aktivitas yang lebih dari sekadar ritual membersihkan tubuh sang buah hati.(Horia Varlan/Flickr)
JakartaCNN Indonesia -- Waktu mandi rupanya tak boleh disepelekan. Terutama bagi para orangtua yang memiliki anak bayi. Memandikan bayi harus dipahami sebagai aktivitas yang lebih dari sekadar ritual membersihkan tubuh sang buah hati.

"Mandi itu salah satu cara kita melakukan stimulasi multisensorik. Jadi, sambil diajak bicara, diajak bermain. Jangan ketika mandi ibunya diam saja," kata Rini Sekartini, pakar tumbuh kembang anak ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (26/2).

Dokter Anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu menjelaskan stimulus sensorik memegang peranan penting agar bayi dapat bertumbuh kembang dengan baik.

Lebih lanjut, Rini memaparkan, stimulus sensorik memiliki lima dimensi yaitu stimulus visual, olfaktori atau penciuman, auditori atau pendengaran, kinestetik atau gerak, dan taktil atau sentuhan.

"Kalau diberi stimulasi secara bersamaan atau terintegrasi (multisensorik) akan memberikan manfaat yang lebih besar daripada diberikan satu per satu," kata dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu.

Ia menambahkan, stimulasi juga berhubungan erat dengan pembentukan ikatan atau bonding antara anak dengan orangtuanya, khususnya ibu.

"Berarti bonding-nya harus dengan orang tua, bukan orang lain. Yang utama dari stimulasi ini adalah kedekatan antara ibu atau orang tua dengan anaknya," ucap Rini.

Oleh karena itu, orangtua harus berani memandikan bayinya sendiri sebab waktu mandi bayi mendapatkan banyak stimulus. Dari situlah kedekatan akan terbangun.

Terkait hal tersebut, hasil penelitian yang dilakukan oleh Johnson's, salah satu perusahaan produk perawatan bayi, bekerja sama dengan Harris Poll menemukan fakta menarik seputar ritual memandikan bayi.

Data menunjukkan, 96 persen orangtua di Indonesia memahami waktu mandi sebagai waktu untuk membangun kedekatan dengan bayi. Meski demikian, di Indonesia terkadang peran memandikan bayi diberikan kepada orang lain.

Secara rinci, tugas memandikan bayi umumnya dilimpahkan kepada kakek-nenek (15 persen), pengasuh (11 persen), maupun anggota keluarga lainnya (8 persen). Di Tanah Air, saudara sekandung pun kerap dimandikan bersama (84 persen).

Di samping itu, pemberian stimulus multisensorik saat mandi juga memberikan banyak manfaat lain, misalnya merangsang perkembangan otak atau kognitif bayi sehingga tumbuh menjadi anak yang cerdas dan kreatif.




(win/utw)

Sunday, March 1, 2015

Apakah Minuman Ringan Benar-benar Penyebab Gangguan Ginjal?

, CNN Indonesia

Apakah Minuman Ringan Benar-benar Penyebab Gangguan Ginjal?Ilustrasi minuman ringan dalam kemasan. (Getty Images/ Boarding1Now)
JakartaCNN Indonesia -- Kemajuan zaman saat ini tidak lagi hanya membicarakan perihal teknologi saja. Makanan dan minuman pun saat ini menjadi fokus yang harus dipertimbangkan dalam keseharian seseorang.

Dewasa ini, makanan dan minuman banyak mengandung zat yang buruk bagi kesehatan. Padahal, makanan dan minuman merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

Makanan dan minuman yang mengandung pemanis kini banyak tersebar, khususnya untuk minuman. Di antaranya adalah minuman teh dalam kemasan, isotonik, sari buah, hingga minuman berkarbonasi atau bersoda.

Efek kesehatan yang dapat ditimbulkan dari minuman tersebut adalah penyakit diabetes, hipertensi, hingga gangguan ginjal.

"Gaya hidup kita yang santai atau kurang gerak, dapat menimbulkan Sindrom Metabolik yang menyebabkan penyakit seperti diabetes, obesitas, dan hipertensi," kata  Elvina Karyadi,  dokter spesialis gizi klinik dalam acara yang diadakan oleh Asosiasi Industri Minuman Ringan di kafe Kembang Goela, Jakarta Selatan, pada Kamis (26/2).

Lalu bagaimana dampak minuman ringan berpemanis seperti minuman berkarbonasi? Ginova Nainggolan, dokter spesialis penyakit dalam, menjelaskan sebenarnya tidak ada korelasi langsung antara diabetes dengan minuman mengandung pemanis.

Asalkan, asupan ke dalam tubuh dan pembakaran seimbang, serta mengikuti pola gaya hidup yang baik. Menurut Ginova, penyakit ginjal tidak serta merta terjadi hanya karena pemanis. Penyakit ginjal terjadi apabila terdapat multifaktor, tidak hanya dengan satu faktor tunggal.

Hasil kajian dari US National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Desease mengidentifikasikan risiko penyakit ginjal kronis disebabkan oleh faktor-faktor seperti diabetes, tekanan darah tinggi, serta sejarah medis keluarga yang mengidap gagal ginjal.

"Masyarakat harus mendapatkan informasi yang benar dan komprehensif terkait isu-isu kesehatan. Termasuk tentang asupan makanan dan minuman serta pentingnya gaya hidup aktif,” kata Suroso Natakusuma sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Minuman Ringan.

“Kesimpangsiuran informasi dapat membingungkan masyarakat. Maka dari itu informasi yang benar akan menjadikan masyarakat pun lebih sehat,” kata Suroso.

(win/utw)